Agus Duwi Norrohman, Kepala Bengkel AHASS Wahana Artha Ritelindo Ciputat, memberikan informasi bahwa sebagian besar busi standar motor Honda, termasuk Honda Vario 160 yang menggunakan busi berbahan nikel, memiliki usia pakai sekitar 8.000 km. Hal ini berarti, pada saat mencapai jarak tempuh sekitar 8.000 km, disarankan untuk melakukan penggantian busi pada Honda Vario 160.
Tanda-tanda Busi Perlu Diganti
Selain mencermati jarak tempuh sekitar 8.000 km, ada beberapa tanda-tanda yang dapat menjadi indikasi bahwa busi pada Honda Vario 160 perlu segera diganti, antara lain:1. Penurunan Performa Mesin: Jika Anda merasa performa mesin motor menurun, seperti sulit untuk dinyalakan, akselerasi lambat, atau terjadi gejala mesin mati mendadak, bisa jadi busi perlu diganti.
Konsumsi Bahan Bakar Meningkat: Jika Anda mulai merasa bahwa konsumsi bahan bakar motor meningkat secara signifikan tanpa alasan yang jelas, bisa jadi busi yang sudah aus menjadi penyebabnya.
Mesin Bergetar atau Berbunyi Kasar: Busi yang sudah aus atau kotor dapat menyebabkan mesin motor bergetar atau berbunyi kasar saat digunakan.
Pentingnya Mengganti Busi secara Berkala
Mengganti busi secara berkala pada Honda Vario 160 sangat penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal. Busi yang sudah aus atau kotor dapat menyebabkan berbagai masalah pada mesin, mulai dari penurunan performa hingga konsumsi bahan bakar yang tidak efisien.
Dengan mengikuti rekomendasi penggantian busi sekitar setiap 8.000 km atau sesuai dengan petunjuk pabrikan, Anda dapat memastikan bahwa mesin Honda Vario 160 tetap berjalan dengan baik dan efisien.
Jadi, pastikan untuk memeriksa kondisi busi secara berkala dan menggantinya sesuai dengan rekomendasi agar performa motor tetap optimal.